Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.
Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin.
-zarryhendrik-
“Halo…”
“Halo sayang.”
“Ada apa sayang? Kenapa nelpon jam segini? Kamu belum tidur?”
“Belum. Tadi aku udah tidur, tapi tiba-tiba kebangun”
“Kamu mimpi buruk lagi?”
“Nggak kok. bukan mimpi buruk. Tuhan membangunkan aku tengah malam karena aku lupa ngucapin ‘Aku Sayang Kamu’ ke kamu hari ini”
“Kamu nggak sendiri kok, karena disini aku juga sayang kamu”
“Aku tahu”
“Tahu apa?”
“tahu kalau kamu sayang aku. Tapi…”
“Tapi apa?”
“Jarak kita membuatku khawatir. Kita bahkan di waktu yang berbeda. Jauh berbeda. Langitku berbulan sementara langitmu mempunyai matahari”
“Kita harus yakin”
“Apa keyakinan aja udah cukup?”
“Aku tidak suka kita membahas ini, bahas yang lain aja ya? Atau kamu tidur ya, besok pagi kamu harus kuliah kan?”
“Aku akan tidur setelah selesai ngangenin kamu”
*hening*
“Kamu tahu nggak?”
“Apa?”
“Suara kamu itu nggak cukup buat ngelepas kangen aku ke kamu”
“Tapi kamu tahu sesuatu nggak. Justru suara kamu yang membuat aku yakin bahwa kita bisa mengatasi jarak ini”
“Tapi bagaimana dengan ciumanmu di keningku? Emoticon titik dua bintang itu tak berarti apapun. Atau aku harus menempelkan speaker handphone di keningku? Sudah lebih satu tahun aku tak merasakannya”
“Sayang, jarak ini hanyalah sebuah ujian. Tak selamanya cinta itu harus dengan sebuah sentuhan, tapi komunikasi dan juga saling pengertian.”
*hening*
“Jarak ini juga membuat aku selalu tak bisa tidur nyenyak.Karena besok, setelah aku bangun aku tidak yakin apakah masih bisa mencintaimu. Dan aku selalu ingin kau meyakinkan aku”
“Kamu harus yakin, karena kita punya banyak mimpi”
“Aku takut tiba-tiba mimpi ini jadi mimpi buruk”
“Kalau begitu aku akan membuatnya indah”
“Janji?”
“Janji. Ya sudah, sekarang kamu tidur ya”
“Baiklah. eh tapi tunggu…”
“Ada apa?”
“Besok aku masih boleh kangen kan?”
“Kapanpun kamu mau”
“Baiklah. Selamat Siang sayang. Jangan lupa makan siangnya”
“Selamat malam, Have a nice dream ya sayang”
*telepon ditutup*
Kata orang LDR itu adalah penguji kekuatan hubungan seseorang , siapa yang kuat mereka yang bertahan dan yang lemah ….pasti akan putus ditengah jalan